Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Dr. Wikanengsih, M.Pd.

Artikel Umum

Proses Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Dipublikasikan pada : 26 Juli 2014. Kategori : .

Salah satu dari empat perubahan dalam Kurikulum 2013 adalah pada standar proses.  Proses pembelajaran yang dikehendaki Kurikulum 2013 tersebut yaitu keaktifan siswa dalam belajar untuk mencapai penguasaan  tiga ranah pendidikan:  kognitif, afektif, dan psikomotor.

Untuk mencapai tiga kompetensi itu, pendekatan yang digunakan pendekatan saintifik dengan menggunakan tiga pembelajaran, yaitu pembelajaran berbasis projek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran discovery meskipun tidak menutup kemungkinan pembelajaran-pembeljaran lain pun dapat digunakan.

Pendekatan saintifik yang dimaksud yaitu sebuah pendekatan yang menekankan pada proses pembelajaran siswa mencari tahu atas konsep-konsep ilmu pengetahuan, bukan diberi tahu. Pembelajaran tersebut sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan karena pada saat kurikulum 2004 pun saat pertama kali dicanangkan menghendaki pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, sepertinya selama ini para guru masih belum optimal menjalankan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Hal mendasar dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu munculnya lima kegiatan yang harus  dilakukan siswa pada saat proses belajar: mengamati, menanya, mengasosiasi, mencoba dan mengomunikasikan/membuat jejaring.

Permasalahan yang mungkin muncul pada proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saaintifik itu adalah kesiapan guru dalam melaksanakan amanah kurikulum tersebut.  Salah satu faktor  penghambat yang dapat diamati dengan penggunaan buku siswa yang telah disediakan pemerintah  yaitu kemungkinannya atas proses belajar yang tidak berpusat pada siswa. Mengapa? Karena bagaimana mungkin siswa akan mencari tahu melalui proses berpikir ilmiah  (saintifik) apabila semua konsep pengetahuan yang harus dipelajari sudah tertata dalam buku siswa.  Apalagi jika para siswa dengan kecerdasannya ‘mencri tahu’ isi buku guru.

Barangkali perlu langkah  yang lebih cerdas lagi dari pihak pemerintah untuk meninjau format dan isi buku siswa sehingga siswa selama proses belajar benar-benar belajar melalui pendekatan saintifik.